Ponsel Online

Tablet

Komputer & Laptop

Recent Posts

Cina Kuasai Dunia Lewat Ponsel

Cina Kuasai Dunia Lewat Ponsel - Perusahaan teknologi asal Cina dan pemerintahnya berupaya menjadi “penguasa dunia” melalui teknologi.

Cina Kuasai Dunia Lewat Ponsel

Cina Kuasai Dunia Lewat Ponsel

Cina Kuasai Dunia Lewat Ponsel

Xiaomi, sebagaimana diwartakan Wired, merupakan salah satu perusahaan rintisan paling bernilai. Di tahun 2014, Xiaomi menjadi penjual ponsel pintar terbanyak nomor 5 di seluruh dunia. Nilai penjualan di tahun tersebut adalah $46 milyar.

Strategi mereka sederhana: membuat produk bagus, memasarkan melalui gimik-gimik pemasaran secara online, dan menjualnya dengan harga yang disukai pembeli. Di awal kemunculannya, Xiaomi menjadi semacam magnet dalam dunia teknologi global.

Setelahnya, hadir Oppo dan Vivo meramaikan persaingan. Perusahaan-perusahaan tersebut menggebrak pasar ponsel pintar dunia dengan produk yang selain bagus, juga memiliki harga kompetitif. Perusahaan-perusahaan yang telah ada sebelumnya juga tidak mau tertinggal kereta. Mereka mengerek teknologi dan kreativitas untuk membuat produk-produk yang disukai pembeli. Misalnya Huawei yang bekerja sama dengan Leica membuat ponsel berfitur kamera canggih.

Pada akhirnya, angin mengubah arah. Dengan semakin banyaknya perusahaan teknologi terutama dari Cina yang kian kreatif dalam melahirkan produk mereka dan terjadi perubahan selera konsumen, angka pangsa pasar Xiaomi menurun lebih dari sepertiga.

Lalu, Xiaomi menjalankan strategi baru mereka. Alih-alih hanya menggarap pasar ponsel pintar, Xiaomi kini membuat hampir semua perangkat dalam berbagai kategori: penjernih udara, kamera mirrorless, lampu, CCTV, laptop, dan berbagai perangkat canggih lainnya. Dengan strategi baru, Xiaomi menjual lebih dari 50 juta perangkat yang bermacam-macam.

Perusahaan-perusahaan Cina lain kemudian meniru apa yang dilakukan Xiaomi, misalnya LeEco dan tentu saja Huawei. Mereka mulai membuat segala perangkat.

Perusahaan-perusahaan teknologi asal Cina dan bahkan pemerintah Cina sendiri, memang sedang dalam tahap menjadi penguasa dunia, terutama melalui teknologi. The Economist pada 2015 mewartakan negara ini memproduksi 70 persen telepon selular dunia dan 80 persen pendingin udara. Secara umum, Cina dianggap memproduksi hampir setengah dari barang-barang yang ada di dunia. Padahal, di tahun 1990 Cina hanya memproduksi kurang dari 3 persen manufaktur dunia.

Dan diberitakan Harvard Business Review, di bulan Agustus 2010, Cina melangkahi Jepang untuk menjadi negara dengan ekonomi terbesar nomor 2 di dunia. Artinya, di atas mereka hanya ada Amerika Serikat. Tentu saja, Cina berambisi bukan menjadi nomor dua, di bawah bayang-bayang Amerika Serikat. Mereka ingin menjadi nomor wahid, unggul dari segala-galanya.

Guna menjadi yang terbaik, Cina meningkatkan anggaran penelitian dan pengembangan. Di tahun 2006, uang yang disalurkan untuk penelitian dan pengembangan hanya senilai 1,5 persen dari produk domestik bruto. Di tahun 2020, rencananya mereka akan meningkatkan menjadi 2,5 persen dari produk domestik bruto.

Dari nilai tersebut, mayoritas dana berasal dari pemerintah sendiri. Sebagai contoh, di tahun 2009, 69 persen nilai pembiayaan penelitian dan pengembangan, berasal dari kocek pemerintah. Bandingkan misalnya dengan Amerika Serikat. Di tahun yang sama, biaya penelitian dan pengembangan mereka hanya ditanggung 29 persen oleh pemerintah Amerika Serikat. Selain itu, 40 dari 50 perusahaan asal Cina dengan anggaran penelitian dan pengembangan yang besar adalah perusahaan pemerintah atau seperti BUMN di sini.

Menurut laporan Harvard Business Review tersebut, pemerintah Cina telah mengumumkan bahwa mereka ingin menjadi masyarakat yang berorientasi inovasi. Sejak 2006, pemerintah mengimplementasikan kebijakan baru yang berhubungan dengan peningkatan aspek teknologi.

Peningkatan dana penelitian dan pengembangan merupakan salah satu kunci menciptakan keinginan tersebut. Selain itu, dengan peningkatan dana untuk penelitian dan pengembangan, perusahaan-perusahaan Cina akan perlahan tapi pasti berubah haluan, menjadi perusahaan-perusahaan dengan inovasi dan teknologi.

Kunci lainnya bagi Cina untuk menjadi nomor wahid di dunia adalah banyaknya perusahaan teknologi dunia membuat produk mereka di Cina. Apple, perusahaan beken asal Amerika Serikat juga membuat produk-produk mereka di Cina, tepatnya melalui perusahaan rekanan Foxconn.

Diwartakan Forbes, Presiden Obama bahkan pernah bertanya pada Steve Jobs tentang kemungkinan memindahkan basis produksi iPhone dari Cina ke Amerika Serikat. Dengan tegas, Jobs mengungkapkan bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi. Banyak perusahaan teknologi dunia tergantung hidupnya dengan pabrik-pabrik di Cina. Foxconn merupakan salah satu pemain besar di sini.

Menurut data yang dipacak Statista, di tahun 2015, Foxconn memperoleh pendapatan hingga $135,6 miliar. Foxconn merupakan pembuat perangkat elektronik terbesar di dunia. Memang, Foxconn adalah perusahaan Taiwan, tapi sebagaimana diberitakan Forbes, mereka mengakar di Cina. Selain Foxconn, ada banyak perusahaan-perusahaan Cina sejenis yang menjadi rekanan perusahaan teknologi dunia dalam membuat produk mereka.

Guna memuluskan langkah perusahaan-perusahaan teknologi asal Cina dan pemerintah Cina sendiri menjadi penguasa di dunia, mereka memulainya melalui ponsel pintar. Mengapa? Kepada Wired, co-founder Xiaomi Liu De mengatakan, “setiap perangkat elektronik yang kamu gunakan dalam kehidupanmu dapat juga menjadi pintar.”

Dengan ponsel pintar, perangkat-perangkat pintar lainnya akan mudah diorganisir. Misalnya memerintahkan lampu pintar menyala, mengecek isi kulkas pintar, atau berkomunikasi dengan penjernih udara pintar, cukup dilakukan dengan ponsel pintar. Ponsel pintar akan menjadi pintu bagi perangkat-perangkat elektronik lain, masuk ke dalam ruang-ruang pribadi konsumen. Hal demikian telah dilakukan oleh Xiaomi, LeEco, dan Huawei. Tentu, hal tersebut bisa terjadi karena kini manusia berada di zaman “internet of things.”

Data dari Statista, di tahun 2010 Cina memproduksi 998,27 juta unit ponsel. Perusahaan teknologi Huawai, di tahun 2017 diperkirakan menjadi pemimpin di antara perusahaan Cina lainnya. Mereka mengapalkan 133,2 juta unit ponsel pintar ke seluruh dunia. Xiaomi mengapalkan 95 juta unit dan Oppo mengapalkan 55 juta unit ponsel pintar.

Secara menyeluruh, catatan Statista memang masih menunjukkan Samsung sebagai pemimpin pasar ponsel pintar dunia dengan 18,1 persen pangsa pasar di kuartal keempat 2016. Namun, 3 perusahaan asal Cina masing-masing berada di posisi 3, 4, dan 5 pangsa pasar terbesar ponsel pintar dunia. Artinya, perusahaan teknologi Cina atau pemerintah Cina sendiri, sebentar lagi bisa “menguasai” dunia. (Ponsel Online)

Tantangan Teknologi Li-Fi ke Depan

tantangan teknologi Li-Fi ke depan - Teknologi Li-Fi ini masih membutuhkan riset lebih lanjut untuk penyempurnaannya. Tantangan saat ini bagaimana mengembangkan teknologi Li-Fi ini secara optimal agar dapat digunakan di dalam rumah maupun lingkungan kerja dengan biaya yang relatif lebih murah. Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa intensitas cahaya yang bagus bergantung pada daya (watt) lampu. Semakin tinggi daya lampu, maka akan menghasilkan intensitas cahaya yang tinggi pula. Itu berarti, biaya yang dibutuhkan relatif mahal menyesuaikan harga lampu berdasarkan daya. Apalagi teknologi ini tidak mencakup besaran area, tetapi tidak dapat menembus dinding sehingga membutuhkan banyak daya lampu dan komponen Li-Fi lainnya di suatu sudut ruangan atau gedung agar dapat saling terhubung dan memiliki kecepatan optimal yang stabil.

Tantangan Teknologi Li-Fi ke Depan
Tantangan Teknologi Li-Fi ke Depan

Untuk tantangan selanjutnya, bagaimana teknologi Li-Fi dapat diakses di luar rumah pada saat pagi menjelang sore dimana masih terdapat sinar matahari sebagai pengganggu atau penghalang suatu aliran data yang dikirim agar sampai ke alamat tujuan dengan sempurna. Sampai saat ini, teknologi Li-Fi belum bisa mendukung hal tersebut.(Ponsel Online)

Xiaomi Sudah Meluncurkan MIUI 9

Xiaomi Sudah Meluncurkan MIUI 9 - erbasis Android Nougat 7.0, MIUI 9 memiliki tiga fitur unggulan, yaitu pencarian gambar, asisten pintar, dan peluncur aplikasi pintar.
tirto.id - MIUI 9, sistem operasi dengan tampilan antarmuka buatan Xiaomi, baru saja diluncurkan di Beijing Cina. Namun, MIUI 9 dapat diunduh pengguna Xiaomi pada Agustus mendatang.

Xiaomi Sudah Meluncurkan MIUI 9

Xiaomi Sudah Meluncurkan MIUI 9
Xiaomi Sudah Meluncurkan MIUI 9

Berbasis Android Nougat 7.0, MIUI 9 memiliki tiga fitur unggulan, yaitu pencarian gambar, asisten pintar, dan peluncur aplikasi pintar.

Selain fitur Nougat seperti layar split, MIUI 9 juga menawarkan waktu peluncuran aplikasi yang lebih cepat, alokasi sumber daya yang lebih dinamis, dan fitur perbaikan cerdas lainnya, demikian dilansir dari Gadgets.

Xiaomi mengatakan bahwa MIUI 9 mengoptimalkan sistem untuk meningkatkan kinerja dan memuat aplikasi lebih cepat dari sebelumnya. Fitur baru berupa pencarian gambar, misalnya, memiliki kemampuan untuk membedakan gambar Anda dengan mengetikkan kata kunci. Kemampuan ini layaknya yang telah dipakai oleh aplikasi Photo dari Google.

Sementara itu, peluncur aplikasi Smart terbaru akan menyarankan aplikasi untuk diluncurkan berdasarkan konten di layar. Misalnya, Xiaomi akan menyarankan membuka Maps jika mengatakan akan pergi ke suatu tempat.

Namun, Xiaomi menyebutkan bahwa beberapa fitur yang disebutkan di sini hanya akan tersedia di Cina dan bahwa ROM Global mungkin sedikit berbeda.

Pembaruan terbesar ketiga yang ada di MIUI 9 adalah Smart Assistant atau asisten pintar, yang dapat menemukan mulai dari teks hingga foto.

Fitur asisten pintar akan membiarkan pengguna mencari banyak hal di ponsel. Dengan menggeseknya tepat di layar awal, akan ditampilka pencarian bersama dengan saran aplikasi, berita, dan widget yang dapat disesuaikan lainnya. Kemampuan ini serupa dengan fitur Spotlight milik Apple untuk iOS.

Xiaomi mengklaim waktu untuk membuka aplikasi di sistem operasi terbaru ini lebih cepat daripada versi sebelumnya karena akselerasi di CPU.

Sistem operasi terbaru ini juga menghadirkan tiga tema baru: No Boundary, Color Fantasy, dan Cool Black serta tema default baru. Adapun fitur baru tambahan termasuk desain baru di layar kunci, jalan pintas baru untuk mengaktifkan senter dengan menggesek kanan pada layar kunci.

MIUI 9 dapat diunduh pada 11 Agustus mendatang, tapi hanya tersedia di Cina. Secara global, MIUI memiliki 2,8 miliar pengguna aktif di 142 negara dan 55 bahasa. (Ponsel Online)

Pasar Samsung dan Apple mulai Digerogoti Ponsel Cina

Pasar Samsung dan Apple mulai Digerogoti Ponsel Cina - Penguasa pasar ponsel pintar Samsung dan Apple mulai dibayangi dengan jenama-jenama asal Cina.
tirto.id - “Perhatian dan permintaan untuk handphone Oppo dan Vivo meningkat tajam,” kata Balwant Mehta, seorang distributor di Nehru Place, sebuah pasar elektronika yang selalu ramai di selatan Delhi, India.

Pasar Samsung dan Apple mulai Digerogoti Ponsel Cina

Pasar Samsung dan Apple mulai Digerogoti Ponsel Cina
Pasar Samsung dan Apple mulai Digerogoti Ponsel Cina


“Jenama-jenama ini menawarkan margin yang lebih mantap untuk pedagang. Jadi, tiap kali ada pelanggan yang beli handphone Vivo atau Oppo, pedagang jadi lebih untung. Ketimbang mereka beli Samsung atau Micromax,” tambah Mehta, pada Business Today India.

Di Nehru Place, papan iklan dan spanduk Oppo dan Vivo memang ada di mana-mana, menutupi bendera pesaing mereka seperti Samsung, Micromax, Karbonn, dan Lava. Serbuan ponsel buatan Cina di India memang cukup masif, mengangkangi ponsel buatan India maupun merek papan atas global seperti Apple dan Samsung.

Dari catatan International Data Corporation (IDC), kenaikan penjualan Oppo dan Vivo tak cuma terjadi di Nehru Place saja, melainkan seluruh India. Dari seluruh pengiriman sampai pekan ketiga Agustus ini, Vivo naik 13 persen di pasar ponsel pintar India, sementara Oppo naik 8 persen.

Bagi kedua jenama tersebut, kenaikan ini merupakan kabar baik. India adalah potensi pasar yang besar. Pada akhir 2015, ia muncul sebagai pasar ponsel pintar kedua terbesar di dunia, setelah menyalip AS sebelumnya. Selain Vivo dan Oppo yang menyasar India sebagai pangsa pasar, jenama dari Cina lainnya: Xiaomi bahkan mengalami peningkatan pengiriman lebih pesat.

Sampai minggu lalu, pekan ketiga Agustus 2017, laporan IDC  mencatat penjualan Xiaomi mencapai 17 persen pasar India. Menjadi jenama kedua tertinggi setelah Samsung, asal Korea Selatan. Versi lain menurut Counterpoint Research mencatat, Xiaomi kini tampil sebagai pemain ponsel pintar terbesar kedua di India, dengan pangsa 15,5 persen pada kuartal II-2017. Padahal tahun lalu, Xiaomi cuma punya 4 persen pasar ponsel pintar di India, dan jauh dari lima besar. Kini, India jadi pasar terbesar kedua Xiaomi setelah pasar Cina.

Kejayaan jenama-jenama Cina ini tak terlepas dari usaha pemasaran mereka yang jorjoran. Oppo mengantongi hak sponsor tim nasional kriket India setelah menyuntikkan Rs 1.079 crore (sekitar 10 miliar rupee/Rp2 triliun) selama lima tahun. Sementara Vivo mempertahankan hak sponsor Liga Primer India untuk lima tahun ke depan dengan tawaran Rs 2.199 crore. Angka ini naik 554 persen dari tawaran sebelumnya untuk musim 2016 dan 2017.

“Strategi kami selalu menjalankan teknik pemasaran 360 derajat yang selalu terkoneksi dengan anak muda—fokus utama kami. Di India, kriket dan Bollywood adalah dua basis paling populer untuk berkoneksi dengan pelanggan kami, terutama kawula muda,” kata Will Yang, Direktur Jenama Oppo India kepada Business Today.

Sementara itu, Xiaomi percaya diri dengan teknik pemasarannya yang unik. “Dua tahun sebelumnya, industri (ini) sudah menjengkali nasib kami. Banyak pakar yang bilang kami tak akan sukses karena yang kami lakukan berbeda. Kami tak menjual offline dan tidak memakai teknik pemasaran tradisional, seperti TV dan iklan di media cetak,” kata Manu Jain, Direktur Pelaksana Xiaomi India.

Pada kuartal I-2017, penjualan jenama-jenama ponsel pintar dari Cina: Xiaomi, Vivo, dan Oppo di India melonjak 15 persen. Di kuartal II-2017, ditambah jenama lain dari Cina seperti: Lenovo, Gionee, dan lainnya bahkan menguasai 50 persen pasar ponsel pintar India, yang penjualan tahunan mencapai 109 juta unit. Hal ini membuat 4 nama dalam daftar 5 besar ponsel pintar paling laku di India adalah jenama-jenama asal Cina.

Hanya ada satu jenama lain yang masuk daftar tersebut, dan masih memimpin di posisi puncak, yaitu: Samsung. Pangsa pasarnya mencapai 28,1 persen sampai kuartal II-2017. Namun, ketika pertumbuhan Xiaomi meningkat, Samsung jusru terlihat stabil di situ-situ saja. Pasar mereka di India sudah mulai digerogoti jenama ponsel dari Cina.

Di pasar dunia, Samsung memang masih memimpin di posisi puncak sebagai ponsel pintar paling laris. Namun, pertumbuhan penjualannya di kuartal I-2017 tidak tumbuh, menurut laporan IDC. Apple, yang bertengger di posisi kedua dalam daftar yang sama, malah mengalami penurunan angka pengiriman. Dari 51,2 juta unit pada kuartal IV-2016, menjadi 50,8 unit pada kuartal I-2017.

Di Indonesia, yang masuk dalam daftar 10 negara dengan pengguna ponsel pintar paling banyak, Samsung juga masih masih menjadi raja. Di kuartal II-2017, IDC mencatat lima besar ponsel pintar penguasa pasar Indonesia berturut-turut setelah Samsung adalah: Oppo, Advan (dari Jepang), Asus (dari Taiwan), dan Xiaomi.

Menurut data dari Statista Digital Market Outlook yang dirilis Oktober 2016, jumlah pengguna ponsel pintar di Indonesia memang bertambah setiap tahunnya. Pada 2016, angkanya sekitar 63,9 juta pengguna. Bahkan jumlahnya diproyeksikan akan mencapai 91,9 juta pengguna pada 2020.

Sejak kuartal IV-2014 hingga kuartal III-2016, Samsung selalu merajai pangsa pasar Indonesia dengan tren yang meningkat. Selain Samsung, ASUS juga berhasil mengambil tempat pada pasar Indonesia dengan menempati posisi kedua pada kuartal IV-2014 hingga kuartal IV-2015. Namun, sejak awal 2016, posisinya digeser oleh Oppo, membuatnya jadi jenama kedua paling laris di Indonesia setelah Samsung.

Apa yang terjadi di India jadi pelajaran bagi para penguasa pasar ponsel pintar, termasuk di Indonesia. Perlahan tapi pasti merek ponsel Cina mampu mencuri pasar dari pemain lama dengan promosi besar-besaran. Apa yang terjadi di India jadi keniscayaan di Indonesia. (Ponsel Online)

Bagaimana cara Li-Fi bekerja?

Bagaimana cara Li-Fi bekerja? - Gambar di bawah merupakan cara teknologi Li-Fi bekerja dalam suatu ruangan. Data seperti audio, video, web, dan informasi aplikasi dikirim dari server pada jaringan lokal maupun internet dalam bentuk biner. Ini yang biasa disebut streaming. Sebelum data diteruskan ke lampu LED, terdapat komponen lamp driver sebagai pengendali yang terdiri dari:

Bagaimana cara Li-Fi bekerja?
Bagaimana cara Li-Fi bekerja?


Bagaimana cara Li-Fi bekerja?

Ø  PCB (Printed Circuit Board), bertugas mengontrol input dan output listrik dari lampu dan mikrokontroler rumah yang digunakan untuk mengelola fungsi lampu yang berbeda.

Ø  PAC (Power Amplifier Circuit), bertugas menghasilkan sinyal frekuensi radio yang memandu aliran data ke medan listrik disekitar Bulb.

Ø  Bulb, sebuah bohlam yang ditanamkan bahan dielektrik untuk memandu gelombang energi frekuensi radio yang dipancarkan oleh PAC dan sebagai bahan konsentrator medan listrik yang berfokus pada energi yang ada di dalam Bulb.

Ø  Enclosure merupakan kotak berbahan alumunium yang melindungi PCB, PAC, dan Bulb dalam satu kemasan. Alumunium merupakan pengantar listrik yang baik dan ringan untuk penggunaan transmisi listrik jarak jauh.

Ketika Bulb memancarkan arus konstan ke bola lampu LED dengan kecepatan yang sangat tinggi, aliran konstan foton yang dipancarkan dari lampu diamati sebagai VLC. Untuk mendeteksi aliran data pada intensitas cahaya berkecepatan tinggi diperlukan suatu komponen pendeteksi foto (photo detector). Komponen ini juga berfungsi mengubah aliran data dalam intensitas cahaya (amplitudo) ke sinyal arus listrik. Unit amplifikasi dan pemrosesan sinyal (amplification and signal processing) bertugas mengubah aliran data dalam bentuk biner menjadi data orisinil seperti audio, video, web, dan informasi aplikasi yang kemudian ditransmisikan ke komputer atau perangkat mobile. Fungsi pendeteksi foto dan pemrosesan sinyal dikemas dalam perangkat yang disebut receiver doungle. Sebuah komputer harus memiliki LED infra merah untuk dapat berkomunikasi dalam saluran uplink tersebut.(Ponsel Online)